Retur Penjualan dan Pembelian Serta Perbedaannya – Keysoft

Retur Penjualan

Masyarakat di zaman serba digital seperti saat ini, cenderung memilih untuk berbelanja online melalui situs e-commerce. Dalam transaksi jual beli, ada istilah retur penjualan dan pembelian.

Dalam pembelian, tidak sedikit konsumen yang merasa tidak puas dengan barang yang dibelinya. Sehingga mereka melakukan pengembalian barang kepada penjual. Pengembalian barang tersebut perlu pencatatan yang baik, agar penjual mudah mengetahui retur yang telah terjadi.

Lantas, apa sih perbedaan antara retur penjualan dengan retur pembelian? Untuk lebih jelasnya, sebaiknya simak penjelasannya sampai selesai.

Mengenal Apa Itu Retur Penjualan dan Pembelian

Retur biasa terjadi dalam transaksi jual beli, saat produk yang diterima konsumen tidak sesuai yang diinginkan atau rusak/cacat. Lalu penjual mengembalikan produk tersebut kepada pemasok.

Dari dua kegiatan tersebut, terdapat dua jenis retur, yaitu retur penjualan dan retur pembelian. Bagi Anda yang bergelut di dalam bisnis retail, perlu mengetahui perbedaan antara keduanya.

Retur Penjualan

Retur penjualan yaitu produk dagang yang dikirimkan kembali oleh pembeli kepada penjual, karena berbagai sebab. Biasanya, produk dikembalikan karena salah kirim produk, kelebihan jumlah produk atau produk yang diterima rusak atau cacat.

Selain itu pengembalian tersebut juga dapat dipicu oleh pengiriman produk yang terlambat atau spesifikasi produk dinilai pembeli tidak sesuai dengan yang ditawarkan.

Retur Pembelian

Retur pembelian merupakan retur barang pembeli dari penjual kepada pasok, sebab ketidaksesuaian barang dengan yang diharapkan. Dengan adanya retur tersebut, maka utang penjual kepada pemasok akan berkurang.

Posisi utang dagang berada pada kolom debit di dalam jurnal keuangan, sedangkan akun retur penjualan berada pada kolom kredit. Adapun retur pembelian terjadi saat pembeli barang dagangan, persediaan, aset tetap atau barang lain mengirimkan kembali suatu barang kepada penjual.

Perlu Anda ketahui bahwa retur pembelian yang berlebihan, akan bisa mengganggu profitabilitas bisnis. Oleh sebab itu, Anda harus pantau secara ketat.

Perbedaan Retur Penjualan Dengan Pembelian

Setelah mengetahui masing-masing arti dari retur pembelian dan penjualan, sekarang ketahui pula perbedaan dari keduanya.

  • Berdasarkan pihak yang terlibat, yaitu jika dalam retur pembelian, pihak yang terlibat adalah pemasok dan penjual. Sedangkan jika dalam penjualan, pihak yang terlibat adalah pembeli dan penjual.
  • Berdasarkan jenisnya, yaitu jika pada retur penjualan dapat mengurangi piutang pembeli, melakukan pengembalian pembayaran pembeli dan memerlukan penggantian barang yang rusak dari penjual. Sedangkan, retur pembelian, yaitu pengembalian pembelian kredit dan pengembalian pembelian tunai.

Retur pembelian dan penjualan menimbulkan efek secara menyeluruh pada laporan keuangan. Itulah mengapa, Anda harus melakukan pencatatan untuk setiap aktivitas retur. Adapun pencatatan tersebut dapat Anda lakukan melalui jurnal retur pembelian dan jurnal retur penjualan.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan antara retur pembelian dengan penjualan. Dalam menjalankan sebuah bisnis, hal ini sangat penting untuk Anda pahami.

Saat ini, untuk memajukan sebuah bisnis tidak begitu sulit karena sudah ada jasa yang mampu memenuhi segala kebutuhan sebuah bisnis. Salah satunya, yaitu Keysoft yang menyajikan satu software untuk semua kebutuhan bisnis Anda.

Apakah Anda siap untuk memulai bisnis yang lebih baik? Maka konsultasikan kebutuhan Anda di Keysoft secara gratis dan memuaskan.

Demikian ulasan tentang retur penjualan dan pembelian serta perbedaan antara keduanya. Selamat menjalankan bisnis terbaik Anda dan jangan lupa untuk memilih jasa konsultasi bisnis yang tepat untuk bisnis Anda.

Peran Divisi Keuangan dalam Membuat Business Plan

Peran Divisi Keuangan dalam Membuat Business Plan

Peran divisi keuangan dalam pembuatan business plan – Setiap badan usaha baik kecil maupun besar tentunya memiliki divisi khusus yang menangani masalah pengelolaan keuangan. Divisi keuangan merupakan salah satu bagian vital yang penting dalam suatu badan usaha untuk mengelola, menyajikan serta melaporkan semua masalah keuangan perusahaan. Divisi memiliki banyak peran penting bagi perusahaan seperti pengelolaan arus kas, pembiayaan, perpajakan, hutang pihutang hingga pembuatan perencanaan perusahaan. Salah satu peran yang pentingnya adalah pembuatan bisnis plan bagi keberlangsungan hidup perusahaan. Divisi keuangan akan menentukan bagaimana perencanaan keuangan yang baik sebagai modal awal dalam pembuatan business plan.

Apa itu business plan? Merupakan sebuah perencanaan bisnis yang dibuat oleh management perusahaan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang, terarah dan menguntungkan di masa mendatang. Business plan biasanya hanya bersifat konseptual yang meliputi kata dan angka untuk memperhitungkan perkiraan kedepannya. Dibawah ini ada penjelasan lengkap peran divisi keuangan dalam pembuatan business plan yang baik dalam suatu perusahaan.

Perkiraan penjualan

Divisi keuangan tentunya lebih tahu seberapa besar penjualan, pengeluaran serta kerugian yang alami perusahaan. Sehingga divisi keuangan akan menyajikan dan membuat laporan sebagai salah satu dokumen penting dalam pembuatan business plan perusahaan.

Membuat anggaran biaya

Divisi keuangan juga membuat anggaran biaya yang berguna untuk memahami seberapa besar dan banyak keuangan sebagai estimasi penjualan. Didalam anggaran biaya akan dijabarkan perbedaan antara biaya tetap (fixed cost) serta biaya variabel (variable cost). Jika dalam anggaran biaya tercipta nilai biaya yang rendah berarti risiko keuangan yang ditimbulkan untuk business plan rendah pula.

Membuat arus kas

Salah satu yang penting dalam membuat perencanaan business adalah laporan arus kas (cash flow) sebagai dasar penelitian untuk melihat sejauh mana aktivitas usaha dalam mendapatkan keuntungan. Kemudian diakumulatifkan untuk membuat anggaran dana investasi dalam kegiatan oprasional termasuk business plan. Didalam laporan arus kas memuat sejumlah data keuangan perusahaan berupa aliran arus kas bersih dari suatu investasi yang berguna sebagai bahan evaluasi.

Proyeksi pendapatan

Dalam menghitung proyeksi pendapatan sebagai perkiraan terperinci minimal business plan 3 tahun mendatang perusahaan membutuhkan data laporan keuangan seperti perkiraan penjualan, proyeksi pengeluaran, dan laporan arus kas.

Menghitung aset

Saat akan membuat business plan perusahan memerlukan laporan aset dari divisi keuangan sebagai prediksi biaya dalam pemeliharaan asetnya. Apakah perlu untuk membeli aset baru ataukah aset lama masih dapat digunakan? Selanjutnya perusahaan harus mengetahui apakah memiliki hutang (liabilitas) yang wajib dilunasi. Dengan demikian akan memudahkan penghitungan anggaran biaya untuk pelunasan dan business plan kedepannya.

Analisis breakeven point

Divisi keuangan akan menyajikan data breakeven point yaitu data perhitungan biaya yang dikeluarkan perusahaan selama satu tahun. Analisis breakeven point berguna untuk membuat business plan tahun berikutnya sebagai salah satu data penting untuk mendapatkan investasi. Karena investor akan menanyakan apakah investasi yang diberikan untuk perusahaan dapat berkembang atau malah mengalami penurunan.

Nah, jika ditanya apakah divisi keuangan memiliki peran penting dalam pembuatan business plan? Jawabannya adalah tentu saja perannya sangat penting tanpa divisi keuangan business plan tidak dapat dibuat dan digunakan. Dengan laporan keuangan yang lengkap perusahaan dapat membuat business plan serta perencanaan keuangan dengan tepat, akurat dan matang untuk beberapa tahun mendatang.

Butuh alat bantu dalam pembuatan business plan? Hubungi Kami

Strategi Menghadapi Persaingan Bisnis

Strategi Menghadapi Persaingan Bisnis

Ingin memulai bisnis usaha baru bukan perkara yang mudah, begitu juga mempertahankan bisnis yang sudah berjalan jauh lebih sulit. Salah satu tantangan terberat dalam mempertahankan sebuah bisnis atau memulai bisnis adalah menghadapi persaingan di pasar. Persaingan bisnis tentunya bukan hal baru lagi, setiap segmen pasar akan selalu dihadapkan pada persaingan baik yang berpeluang besar ataupun peluang rendah. Dari tahun ke tahun persaingan bisnis selalu mengalami peningkatan ditambah lagi dengan terbukanya pasar bebas membuat bertambahnya kompetitor bisnis dari luar negeri.

Tinggi rendahnya persaingan bisnis dapat diukur dari tingginya permintaan oleh pasar, semakin banyak maka semakin ketat pula persaingannya dan sebaliknya. Keadaan semacam inilah yang membuat para pelaku bisnis harus menggunakan berbagai macam cara agar mampu menghadapi persaingan bisnis yang begitu ketat. Buat kalian yang bingung mencari cara, berikut ini beberapa strategi menghadapi persaingan bisnis antara lain:

  1. Tentukan target pasar

Saat akan memulai bisnis atau mempertahankan bisnis tentunya kalian sudah paham kemana dan bagaimana target pasar bisnis kalian. Pastikan cakupan target bisnis kalian luas, jangan memilih pasar yang sempit karena berpengaruh besar terhadap perkembangan dan kestabilan bisnis kalian. Penentuan target pasar juga dapat dilihat dari seberapa banyak permintaan oleh pelanggan dan memiliki perkiraan dalam jangka panjang. Target pasar yang sempit/ sedikit akan membuat bisnis kalian sulit berkembang dan cenderung berjalan ditempat, tidak jarang malah akan gulung tikar nantinya.

  1. Pelajari pesaing bisnismu

Setelah mengetahui dan menentukan target pasar bisnis kalian, selanjutnya adalah mempelajari siapa dan bagaimana pesaing bisnis kalian. Dimana kalian harus mempelajari dengan teliti kelebihannya, management oprasionalnya, kualitas produknya, dan juga apa saja titik kelemahannya. Dengan mempelajari hal – hal yang menyangkut pesaing bisnis akan mempermudah kalian dalam menghadapinya, bahkan memungkinkan kalian untuk berkembang lebih baik.

  1. Mengutamakan kualitas

Untuk dapat bertahan dalam persaingan yang ketat kalian harus menjaga dan mengutamakan kualitas produk/ jasa sebagai prioritas bisnis. Kualitas dan pelayanan yang baik akan mendatangkan banyak pembeli serta membuatnya menjadi pelanggan loyal bisnis kalian. Persaingan bisnis yang ketat membuat kalian harus lebih mengutamakan kualitas dibandingkan dengan keuntungan, karena keuntungan akan datang sendiri jika kualitas bagus dimata pelanggan.

  1. Membuat perbedaan

Saat kalian dapat mempelajari dengan baik pesaing kalian dan menemukan celah kelemahannya, saatnya kalian membuat perbedaan pada produk/ jasa yang ditawarkan bisnis kalian. Buatlah inovasi dan modivikasi dari kelemahan pesaing bisnis kalian agar produk yang dihasilkan lebih unggul. Perbedaan tidak hanya dari produknya saja melainkan juga pada cara pelayanan, penyajian dan pemasarannya.

  1. Melangkah maju

Jangan cepat puas dan selalu berada di zona nyaman, ini merupakan hal yang wajib dihindari oleh para pengusaha bisnis. Cepat merasa puas malah dapat membuat bisnis kalian sulit berkembang dan bahkan ditinggalkan oleh konsumen. Jika bisnis kalian lebih unggul pasti pesaing akan menirunya, sehingga bisnis kalian harus terus berlari membuat inovasi agar pesaing tidak dapat mengejarnya. Inovasi bisa didapatkan dalam berbagai cara mulai dari melihat perkembangan teknologi, tren masa kini dan perkembangan segmen pasar.

Demikianlah ulasan dari strategi menghadapi persaingan bisnis paling jitu yang dapat kalian terapkan agar terus berkembang dan lebih maju dibandingkan dengan para pesaing kalian. Jangan mudah puas dan memilih zona nyaman sebagai pilihan karena akan membuat bisnis semakin tertinggal jauh dari perkembangan jaman.

Bisnis anda membutuhkan software akuntansi sebagai aplikasi pembukuan perusahaan? Coba MAI Accounting sekarang!

Apa itu Account Receivable dan Account Payable?

Apa itu Account Receivable dan Account Payable?

Apa itu account receivable dan account payable?Account receivable dan account payable merupakan istilah hutang-piutang di dalam akuntansi. Di dalam suatu bisnis, hutang piutang merupakan hal yang sudah lumrah dilakukan untuk mendapatkan keuntungan, serta menimbulkan apa yang biasa disebut dengan aliran kas atau cash flow.

Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan dan pengertian terkait account receivable dan account payable.

Account Receivable

Account receivable merupakan catatan transaksi yang menjadi dasar sebuah perusahaan atau perorangan menerima uang. Dalam Bahasa Indonesia, account receivable biasa dikenal dengan istilah piutang usaha.

Account receivable merupakan jenis transaksi yang memiliki pengertian sebagai penagihan kepada konsumen yang telah berhutang. Pihak yang memberi hutang kepada perusahaan ini bisa bermacam-macam, mulai dari perorangan, perusahaan, atau sampai dengan organisasi.

Saat accounting sebuah perusahaan membuat perintah penjualan, account receivable tidak akan tercatat. Account receivable baru akan tercatat jika customer telah membeli dengan sistem cicil ataupun tunai semuanya di muka.

Tidak sedikit perusahaan yang melakukan penjualan secara kredit agar penjualan meningkat. Piutang yang dihasilkan dari penjualan semacam itu biasanya akan dikategorikan sebagai piutang usaha.

Ada tiga ciri utama yang ada pada account receivable, sebagai berikut:

Ciri-ciri Account Receivable

1. Nilai jatuh tempo

Nilai jatuh tempo merupakan sejumlah nilai transaksi utama yang ditambahkan bunga. Pembayaran berjatuh tempo ini nantinya akan menimbulkan bunga.

2. Tanggal jatuh tempo

Tanggal jatuh tempo di dalam account receivable merupakan hari pembayaran dimana pihak perusahaan harus menagih kewajiban pada pihak lainnya. Jika terdapat keterlambatan, biasanya perusahaan akan menerapkan sistem denda.

3. Umur jatuh tempo

Umur jatuh tempo dalam penagihan piutang juga dibagi menjadi bulanan dan harian. Apabila sebuah piutang menggunakan perhitungan bulanan, maka waktu jatuh tempo sama dengan tanggal terjadinya piutang di bulan berikutnya.

Account Payable

Account payable atau yang biasa dikenal dengan istilah hutang dagang merupakan kewajiban setiap perusahaan kepada pihak lain yang harus segera dipenuhi dalam jangka waktu tertentu.

Kewajiban pembayaran ini terjadi Ketika perusahaan membeli secara kredit dari pihak lain untuk Kembali menjual barang dagangannya kepada konsumen. Istilah account payable merujuk pada jumlah yang terhutang karena pembelian yang biasanya dilakukan oleh:

  • Perusahaan di bidang perdagangan atas pembelian barang jadi.
  • Perusahaan di bidang industri atau pabrik atas pembelian bahan baku.

Selain itu, account payable juga bisa terjadi karena pembelian dengan menggunakan sistem down payment atau pembayaran yang dilakukan sebelum barang diterima (uang muka).

Perlu diketahui bahwa account payable tidak dicatat pada waktu pemesanan dilakukan, tetapi hanya pada saat pemilikan atas barang-barang tersebut beralih kepada pembeli, alias sudah diterima oleh pihak pembeli.

Apabila terdapat potongan pembelian secara tunai, maka account payable harus dilaporkan sesuai dengan jumlah hutang dagang setelah dikurangi potongan rugi.

Nah, kira-kira seperti itu penjelasan singkat terkait account receivable dan account payable. Untuk memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis atau mengurus laporan keuangan perusahaan Anda. Kini Anda bisa menggunakan Keysoft ERP sebagai solusi bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, bisa klik disini.

Mengenal Apa itu SFA

mengenal apa itu SFA

Mengenal apa itu SFA – SFA atau Sales Force Automation merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk menyederhanakan proses bisnis serta tugas-tugas yang biasanya dilakukan oleh tim sales. Dengan adanya sistem SFA ini tentu akan merubah proses bisnis menjadi lebih efisien, dan tim sales bisa lebih berfokus pada melakukan dan meningkatkan penjualan.

Untuk mengenal apa itu SFA, kita harus melihat terlebih dahulu secara garis besar, sistem SFA mampu mengotomatisasi tugas dari tim sales mulai dari melacak interaksi pelanggan, serta menganalisis prakiraan dan kinerja sales. Sistem SFA membantu tim sales dalam melakukan tugas berulang-ulangnya, sehingga tim sales tentu akan menjadi lebih produktif dan mempercepat terjadinya close deal.

SFA merupakan bagian dari tim penjualan yang memiliki strategi penjualan, serta teknologi yang dapat mendorong penjualan, sales force mampu mendorong tumbuhnya suatu bisnis. Dengan menggunakan sistem SFA, tim sales tidak perlu lagi untuk melakukan pekerjaan administrative, tim sales bisa lebih berfokus kepada strategi penjualan yang baik.

Ada apa sajakah tujuan dari SFA selain membantu tim sales dalam proses penjualan agar perusahaan dapat menjual produk atau jasa lebih banyak lagi, untuk selengkapnya. Berikut 3 tuujuan dari Sales Force Automation (SFA):

Tujuan Sales Force Automation (SFA)

1. Membantu tim sales fokus terhadap tugas penting

SFA membantu tim sales dalam melakukan tugas administratifnya, sehingga tim sales dapat lebih berfokus dalam melakukan tugas yang dapat meningkatkan penjualan. Seperti contoh, menghubungi klien, melakukan meeting, atau sampai dengan mengatur strategi penjualan.

2. Membantu proses penjualan menjadi lebih efektif dan efisien

Dengan sistem SFA, proses penjualan dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Menggunakan sistem ini, tim sales dapat melihat setiap tahapan dari proses penjualan yang sedang terjadi.

3. Membantu manajer mendapatkan wawasan dan gambaran terhadap efektivitas proses penjualan

SFA memiliki fitur pelaporan dan analisis yang mampu membantu tim penjualan melihat mana yang berhasil dan yang tidak. Dengan adanya sistem ini tentu dapat membantu tim sales dalam Menyusun strategi sales yang lebih baik.

Lalu, apa yang membedakan SFA dengan CRM? Apakah keduanya merupakan satu hal yang sama? Berikut penjelasan singkatnya.

Apa yang membedakan SFA dengan CRM

Sales Force Automation dan Customer Relationship Management pada dasarnya satu hal yang sama, karena biasanya SFA merupakan bagian dari CRM. Akan tetapi secara fungsi terdapat perbedaan di antara keduanya.

Jika CRM membantu bisnis dalam mengelola hubungan dengan pelanggan. Sistem CRM biasanya digunakan oleh bagian customer service dan berfokus menyimpan informasi berupa kontak pelanggan, interaksi yang terjadi dengan pelanggan, sampai dengan bagaimana mempertahankan pelanggan.

Sementara itu, untuk SFA sendiri dapat membantu bisnis dalam mengotomatisasi serta mengelola proses penjualan. Sistem SFA biasanya digunakan oleh tim sales dan berfokus pada siklus penjualan, mulai dari melakukan prospek, kontrak dengan klien, sampai dengan close deal.

Mekanisme kerja sistem SFA

Mekanisme kerja sistem SFA cukuplah sederhana. Sistem SFA pada umumnya dikembangkan untuk langsung terhubung dengan database atau sistem perusahaan. Sehingga, seorang sales dan unit kerja terkait akan selalu terhubung kapan saja dan dimana saja secara langsung.

Dengan menggunakan sistem SFA yang terintegrasi dengan sistem internal perusahaan, seorang sales bisa melihat rute perjalanan, daftar penagihan, mengetahui Key Perfomance Indicator (KPI) yang harus dan sudah tercapai, sampai dengan mendokumentasikan perjalanan.

Sementara itu, untuk manajer dan supervisor bisa langsung dengan mudah memonitor aktivitas seorang sales, keuntungan penjualan, stok di gudang secara real-time melalui fitur sales monitoring dimana saja dan kapan saja.

Dengan menggunakan sistem kerja yang terintegrasi, cerdas, dan canggih ini tentu dapat mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh human error. Tim sales juga bisa lebih fokus pada produktivitas penjualan dan pencapaian targetnya.

Perusahaan Anda tertarik menggunakan sistem SFA? Kini Keysoft ERP menyediakan sistem SFA untuk memudahkan dan mengefisienkan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut klik disini.

Invoice Adalah? Pengertian, Tujuan, Hingga Jenisnya

Invoice Adalah? Pengertian, Tujuan, Hingga Jenisnya

Invoice adalah – Apa yang dimaksud dengan invoice? Bagi anda yang baru kalau ini mendengar istilah invoice, invoice adalah sebutan lain dari faktur yang sering ditemui di perusahaan atau suatu kegiatan bisnis.

Pengertian invoice

Secara umum, invoice atau faktur adalah suatu dokumen yang isinya berupa penagihan hutang dari pihak penjual kepada pihak pembeli. Dokumen penagihan hutang ini memuat informasi secara detail seperti pembelian harga barang, jumlah barang yang dibeli, dan waktu pembelian barang itu sendiri.

Selain itu, isi dari invoice ini dilengkapi dengan keterangan detail lainnya seperti nama pembeli, tanggal transaksi, dan jumlah tagihan yang masih harus dibayar sehingga invoice lebih sering digunakan untuk transaksi yang berbentuk kredit.

Untuk bentuknya, invoice disajikan dalam bentuk rangkap tiga. Rangkap asli akan menjadi arsip perusahaan sedangkan hasil copy akan diserahkan masing-masing ke pembeli, penjual, dan yang terakhir akan dijadikan sebagai arsip keuangan.

Tujuan invoice

Invoice adalah dokumen yang cukup penting untuk setiap bisnis, baik itu bisnis kecil maupun bisnis besar. Disebut penting karena invoice ini akan membantu perusahaan dalam memperlancar seluruh transaksi pembelian.

Agar lebih jelasnya anda bisa memperhatikan tujuan invoice berikut ini.

  1. Keterangan pembelian barang atau jasa

Invoice dapat menyediakan informasi yang lengkap mengenai produk atau jasa yang dibeli oleh konsumen sehingga konsumen bisa tahu apakah produk atau yang dibelinya itu sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum.

2. Keterangan jumlah tagihan yang perlu dibayar

Invoice dapat menyediakan keterangan yang lengkap tentang jumlah tagihan dan termin yang perlu dibayar oleh konsumen sehingga perusahaan bisa melihat apakah konsumen sudah membayar sepenuhnya atau masih ada hutang yang perlu dibayar.

3. Sebagai rujukan yang asbah

Invoice dapat digunakan sebagai rujukan. Bagi yang belum tahu apa itu rujukan, rujukan merupakan media pemberi informasi untuk memperkuat suatu pernyataan dengan tegas sehingga tidak ada kesalahpahaman dari kedua belah pihak.

Rujukan di invoice ini bisa digunakan untuk berbagai macam, bisa itu digunakan sebagai rujukan yang absah jika ada barang atau jasa yang tercantum akan dijual lagi ke pihak lain dan juga bisa digunakan sebagai rujukan absah ketika menambahkan suatu transaksi ke pembukuan.

4. Sebagai rujukan yang absah untuk kasus tertentu

Jika perusahaan memiliki kasus tertentu seperti faktur pajak, maka perusahaan bisa menggunakan invoice sebagai rujukan yang absah untuk kasus tersebut.

5. Sebagai rujukan jika ada kesalahan

Jika ada kesalahan dalam pengiriman barang atau perhitungan jumlah total tagihan, maka perusahaan bisa menggunakan invoice sebagai rujukan untuk kesalahan tersebut.

Jenis-jenis invoice

Invoice sendiri terbagi atas berbagai jenis yang masing-masingnya memiliki tujuan tersendiri. berikut ketiga jenis invoice yang ada di perusahaan:

1. Invoice biasa

Invoice biasa merupakan jenis invoice yang paling sering digunakan dalam kegiatan transaksi kredit. Isi invoice ini cukup sederhana karena hanya berisi informasi tentang rincian barang, jumlah yang dipesan, harga barang, dan total harga yang harus dibayar.

2. Invoice proforma

Invoice ini hampir sama seperti invoice sebelumnya Hanya saja, invoice proforma bersifat sementara, yakni hanya diberikan kepada konsumen ketika barang yang dibeli oleh konsumen belum dikirim sepenuhnya oleh penjual.

Namun, jika barangnya sudah dikirim semua, invoice biasa akan diberikan kepada konsumen untuk menggantikan invoice proforma.

3. Invoice konsuler

Invoice ini hanya digunakan untuk kegiatan perdagangan yang mencapai skala internasional atau kegiatan ekspor-impor. Invoice konsuler memuat persetujuan dari perwakilan negara yang melakukan kegiatan impor yang ada di negara pengekspor.

Invoice berperan penting dalam bisnis anda. Selain menerima invoice pastinya anda juga mengeluarkan invoice bagi pelanggan anda. Untuk mempermudah anda dalam membuat invoice gunakan Keysoft ERP sebagai software ERP anda. Software ERP yang sudah terdapat software akuntansi didalamnya pastinya akan membuat bisnis anda berjalan lebih efisien. Untuk info lebih lanjut tentang keysoft ERP silahkan klik disini.

Faktur Pajak adalah? Pengertian dan Jenisnya

faktur pajak adalah

Faktur pajak adalah sesuatu yang sering ditemui oleh pemilik usaha, tetapi apakah anda tahu apa itu faktur pajak?

Faktur pajak adalah bukti pungutan pajak yang harus dibuat oleh pengusaha kena pajak ketika mereka ingin melakukan penyerahan barang kena pajak (BKP) atau penyerahan jasa kena pajak (JKP).

Hal ini berarti faktur pajak hanya perlu dibuat ketika pengusaha berhasil menjual suatu barang atau jasa kena pajak sebagai tanda bukti kalau dia telah memungut pajak dari orang yang telah membeli barang atau jasa kena pajak tersebut.

Membuat faktur pajak ini sudah menjadi kewajiban setiap pengusaha karena pembuatan faktur pajak sudah diharuskan oleh peraturan negara kepada pengusaha untuk mendapat bukti pemungutan  penyetoran, dan pelaporan agar tidak terjadi hal buruk ketika ada pemeriksaan pajak PKP.

Jenis-jenis faktur pajak

Faktur pajak sendiri terdiri atas berbagai jenis karena tergantung dengan jenis transaksi yang dijalankan, hal ini berarti jenis faktur pajak yang diperlukan juga harus berbeda. Berikut jenis-jenis faktur pajak yang ada:

1. Faktur Pajak Keluaran adalah faktur pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak ketika melakukan penjualan barang kena pajak, jasa kena pajak, dan barang kena pajak yang termasuk sebagai barang mewah.

2. Faktur Pajak Masukan adalah faktur pajak yang diperoleh oleh Pengusaha Kena Pajak ketika melakukan pembelian barang kena pajak atau jasa kena pajak dari pengusaha kena pajak  lainnya.

3. Faktur Pajak Pengganti adalah faktur pajak yang merupakan penggantian atas faktur pajak yang didapat sebelumnya karena terdapat kesalahan dalam pengisian kecuali kesalahan ketika mengisi NPWP.

Tujuan pemberian faktur pajak ini untuk memberikan kesempatan kepada pembeli agar bisa membetulkan data faktur pajak agar sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

4. Faktur Pajak Gabungan adalah faktur pajak yang dibuat PKP ketika seluruh penjualan yang diberikan ke pembeli barang atau jasa kena pajak yang sama dalam satu bulan penuh.

5. Faktur Pajak Digunggung adalah faktur pajak yang tidak perlu diisi dengan identitas pembeli atau tanda tangan penjual. Faktur pajak hanya boleh dibuat oleh PKP Pedagang Eceran.

6. Faktur Pajak Cacat adalah faktur pajak yang tidak lengkap dan tidak ada tanda tangan sehingga harus dibetulkan dengan membuat faktur pajak pengganti.

7. Faktur Pajak Batal adalah faktur pajak yang dibatalkan karena pembatalan transaksi atau kesalahan pengisian NPWP.

Cara mengisi faktur pajak

Terdapat tiga langkah yang harus dilalui untuk membuat faktur pajak. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Langkah pertama
  • Untuk penjual, masukkan Nomor seri dan Kode Faktur Pajak yang didapat dari DJP lengkap dengan nama, NPWP, dan alamat Perusahaan yang menjual Barang / Jasa Kena Pajak kepada Pengusaha Kena Pajak.
  • Untuk pembeli, masukkan Nomor seri dan Kode Faktur Pajak yang didapat dari DJP lengkap dengan nama, NPWP, dan alamat Perusahaan yang membeli Barang / Jasa Kena Pajak kepada Pengusaha Kena Pajak.

2. Langkah kedua

  • Masukkan nomor urut sesuai dengan jumlah dan nama barang/jasa kena pajak yang dijual  atau dibeli.
  • Masukkan nominal harga ke kolom harga jual, penggantian, uang muka, dan termin.

3. Langkah Ketiga

  • Masukkan total harga keseluruhan di kolom harga jual, penggantian, uang muka, dan termin.
  • Tulis total nilai potongan barang/jasa setelah dikurangi dengan potongan harga.
  • Tulis nominal uang di kolom nilai muka uang setelah menerima uang muka.
  • Jumlah penggantian/Harga Jual/Uang Muka/ Termin dikurangi potongan harga dan ditulis di kolom Dasar Pengenaan Pajak
  • Di kolom PPN = 10% x Dasar Pengenaan Pajak,  tulis 10% dari jumlah PPN yang terutang.
  • Kolom PPnBM hanya perlu diisi untuk penjualan barang mewah.
  • Isi kolom nama, tanda tangan dan stempel dari pejabat yang ditunjuk perusahaan.

Gunakan Software ERP untuk membantu anda dalam menjalankan aktivitas perusahaan anda. Keysoft ERP menyerdehanakan software anda. Mulai dari Pembelian hingga finance dalam satu software. Info lebih lanjut tentang Keysoft silahkan klik disini.